oleh

Anggaran Kartu Nikah Hanya 600 Juta

Detik Hukum – Ace Hasan Syadzily selaku Ketua Komisi VIII DPR RI menyampaikan bahwa pengerjaan proyek kartu nikah yang mana dibuat oleh Kementerian Agama akan tetap dapat dikerjakan apabila dapat sesuai dengan peraturan yang kini sedang berlaku. Menurut beliau system pengerjaan kartu nikah tersebut bisa memakan dana kurang lebih sampai sekitar Rp. 600 Juta.

Inovasi kartu nikah yang berlaku saat ini.

Sebelum masalah tentang kartu nikah ini mencuat ke public Komisi Pemberantasan Umum ( KPK ) pernah memberi peringatan supaya kebijakan terkait kartu nikah ini bukan menjadi problem yang dapat terulang layaknya korupsi e-KTP.

Ace menegaskan bahwasannya selagi adanya kebijakan yang berlaku dan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang sedang berlaku maka kenapa tidak, karena selama ini kita mengetahui bahwa adanya beberapa kebijakan yang ada hubungannya dengan proses membuat  kartu lain yang dilakukan oleh pemerintah. Pernyataan Ace ini ia sampaikan ketika berada di kompleks DPR RI siang kemarin.

 

Ia berfikir bahwa hal itu tidak akan menjadi masalah apabila ia dapat melakukannya secara transparan dan adanya keterbukaan serta tidak merasa menyalahi aturan dari pihak Kemenag yang mempunyai tugas  menyelenggarakan.

Menurut apa yang disampaikan Ace bahwa anggaran sekitar 600 rupiah per satu kartu ini akan dicetak satu juta kartu. Info itu ia peroleh ketika ia selesai mengecek di kantor Ditjen Bimas Ialam karena anggaran dana yang akan digunakan untu membuat kartu nikah sudah ada dan siap. Dapat diartikan bahwa dana yang pasti digunakan sebesar Rp 600 juta

Ace juga menegaskan bahwa biaya yang akan dikeluarkan tidak sampai bermiliar-miliar jumlahnya layaknya e-KTP  yang memakan dana sampai sekian triliun.

Karena sebelum danya kasus ini Kementerian Agama ( Kemenag ) sudah mempunyai rencana akan mengadakan kartu nikah  yang diupayakan mampu meningkatkan pelayanan pencatatan pernikahan. Kartu nikah tersebut akan diberikan untuk sepasang pengantin yang bersaamaan dengan diberikannya buku nikah selesai dilaksanakannya akad nikah.

Kartu nikah merupakan suatu inovasi pelayanan pernikahan yang dilakukan Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag yang dapat dinyatakan sebagai kartu identitas berbasis pada teknologi informasi mudah dibawa dan mempunyai akurasi data.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed