oleh

Belum Diketahui Alasannya, Ini Cara Menghindari Bibir Sumbing Ketika Hamil

Detik Kesehatan – Indonesia Penyebab terkena bibir sumbing yang dialami oleh kebanyakan bayi di dunia dan terutama di Indonesia sampai sekarang belum bisa diketahui secara pasti. Sejumlah dokter menduga jika hal itu terjadi lantaran beberapa faktor atau disebut dengan multifaktorial.

Dr. spesialis bedah plastik, yakni Dokter Kristaninta Bangun, SpBP RE[K], mengatakan bahwa bibir sumbing dapat terkado lantaran faktor gender diabetes, genetik, obesitas serta paparan zat tertentu selama calon ibu masih dalam keadaan hamil.

bayi yang mengalami bibir sumbing

“Jika kelainan bawaan tersebut bakal terjadi pada trimester awal. Selanjutnya juga dapat dari asupan gizi, faktor paparan lingkungan seperti rokok atau polusi, dan kekurangan asal float vitamin,” ujar Dr. Kristaninta ketika ditemui di Cleft & Craniofacial Center RSCM FKUI, Cikini, Jakarta Pusat, pada Jumat, 12 Juli 2019.

Dengan mengetahui adanya dugaan faktor penyebab bibir sumbing, sebanarnya orang tua dapat meminimalisir terjadinya bibir sumbing di saat mengandung si bayi. Tapi sayangnya kesadaran masyarakat tentang bibir sumbing masih boleh dibilang rendah.

“Kami memberi pesan pada setiap perempuan usia reproduktif dan khususnya ibu hamil, supaya bisa menurunkan resiko bayi yang mereka kandung mengalami kelainan bibir sumbing serta lelangit sumbing, sekiranya dapat memperhatikan asupan gizi selama mengandung, seperti mengonsumsi makanan dengan kaya asam float, menerapkan gaya hidup sehat pada masa kehammilan, menghindari obat-obatan serta alkohol dan menghindari kebiasaan merokok,” ungkap Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG [K].

Sementara itu, Dokter Rehabilitasi Medik, Dr. Luh K. Wahyuni, SpKFR [K], mengajak semua masyarakat dan orang tua untuk bisa mengenal secara awal kelainan lelangit dan bibir sumbing. Sehingga mereka dapat mengakses jalan ke pelayanan kesahatan yang sangat efektif sedari dini demi memperoleh hasil yang lebih bagus.

“Jadi tak cuman secara estetika, tapi juga dengan fungsional, sehingga bisa jadi anggota masyarakat yang semakin produktif,” imbuh Luh.

Sebagai tambahan informasi, data yang dihimpun dari World Health Organozation mengatakan jika 1 dari 500-700 bayi yang baru lahir terkena lelangit dan bibir sumbing. Di Indonesia seniri ada 5.800 bayi yang terkena lelangit dan bibir sumbing.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed