oleh

Butet dan Debby Pensiun, Pelatih Dibikin Pusing

Detik Olahraga – Richard Mainaky, pelatih ganda campuran di pelatnas PBSI, pusing 7 keliling lantaran ia bakal ditinggal oleh 2 pemainnya sekaligus, mereka adalah Liliyana Natsir serta Deby Susanto. Apa solusi yang diberikan Richard?

Butet, sapaan akrab Liliyana Natsir, telah resmi pensiun di Indonesian Masters 2019. Kemudian Debby pun muncul secepatnya. Richard tidak mampu lagi untuk menahan keinginan Butet untuk gantung raket. Usia jadi lawan yang tidak dapat dihentikan. Bahkan Liliyana telah menunda jadwal pensiunnya. Awalnya ia berencana pamitan dari olahraga yang sudah membesarkan namanya itu setelah membawa pulang medali emas di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil, bersama dengan Tontowi Ahmad di ganda campuran.

Liliyana Natsir memilih pensiun setelah Asian Games 2018.

Tetapi mereka memang belum terlalu habis setelah Olimpiade Brasil. Kemudian Butet dan Tontowi sukses meraih gelar jawara dunia di Skotlandia, pada tahun 2017. Niatan pensiun tertunda lagi, Liliyana/Butet mendapat tugas untuk manggung di ajang Asian Games 2018 dan mereka mendapat medali perunggu.

Sekarang, putusan Butet tidak dapat ditawar kembali. Richard dituntut untuk segera menggodok pemain yang ada guna memunculkan ganda kelas atas dunia. Termasuk dengan mencarikan pengganti Liliyana bagi Tontowi.

“Pusing sekali. Tetapi memang harus demikian. Bukannya salah perhitungan. Saya sempat menguji  dengan Gloria [Emanuele Wijaya] tetapi berjalan itu, Liliyana/ontowi jawara dunia di Glasgow, pada akhirnya kami menargetkan di Asian Games 2018. Jadi, ajang Asian Games merupakan kompetisi terakhir. Barulah mulai perhitungan tersebut selepas Asian Games. Jadi bukannya salah perhitungan tetapi telat sedikit saja. Tetapi saya masih bersyukur bahwa para pemain muda dapat menyodok [merujuk kepada Gloris Emanuele Wijaya/Hafiz Faizal],” ungkap Richard kepada awak media soal kehilangan 2 atlet andalannya.

Menurutnya, Butet merupakan anak didik yang sangat mudah untuk berkomunikasi. Selain itu juga mental juaranya telah dibawah semenjak masuk ke dalam pelatnas.

“Coba sebutkan pebulitangkis putri yang catatannya sebagus Butet. Coba sebutkan? Saya sara tak ada satupun. Selain itu juga, attitude Butet juga bagus sekali. Misalnya tentang  membalas pesan Wasap. Ia selalu membalas. Tapi kalau pemain lain belum tentu. Bisa besok atau kapan. Apalagi kita selalu memegang Handphone.”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed