oleh

Eksklusif Banget! Paspor Ini Cuman Dimiliki 500 Orang Saja di Dunia

Detik News – Indonesia Dari situs Global Ranking 2019, Henley Passport Index menetapkan bahwa jepang sebagai negara posisi pertama dari paspor terkuat di dunia dengan 191 negara bebas visa. Sementara Indonesia sendiri ada di posisi ke 72 bersama Malawi dan Kenya dengan 71 negara bebas visa.

Biasanya paspor yang dimiliki bakal disesuaikan dengan kewarganegaraan si pemohon kecuali memang kalian mengurus paspor dari negara tertentu serta bikin deposit dana. Jadi, pihak pemerintah juga tak dapat melarang warga sepenuhnya untuk bisa membuat paspor untuk dirinya sendiri.

paspor dari negara chili

Tetapi ada yang beda dengan paspor satu ini. Diantara banyaknya penduduk dunia, cuman 500 orang yang diperbolehkan mempunyai paspor eksklusif satu ini. kekuatan paspor ini juga tak diragukan, sebab dapat membuat sang pemilik malekukan traveling menuju lebih dari 100 negara tanpa membawa visa.

Paspor eksklusif ini adalah paspor diplomatik ‘Sovereign of Malta’ yang cuman diberikan pada anggota Dewan Sovereign [pemerintah], kepala serta anggota Misi Diplomatik, dan juga para pendamping serta anak kecil dengan sejumlah pengecualian.

Seperti dikutip dari The Telergaph, paspor eksklusif itu cuman berlaku selama 4 tahun saja atau disesuaikan lewat durasi penugasan yang diberikan Ordo. Paspor diplomatik ‘Sovereign Order of Malta’ ini juga mempunyai fitur biometrik yang sah serta sesuai dengan standard International Civil Aviation Organization [ICAO].

‘Sovereign Order of Malta’ merupakan salah satu institusi paling tua dari peradaban Barat serta Kistrin yang sangat aktif merawat orang-orang yang memerlukan di 120 negara lewat pekerjaan sosial, medis, serta kemanusiaan.

Pada setiap harinya, Ordo Malta memberi dukungan untuk anggota masyarakat yang tersingkirkan atau terlupakan khususnya hidup ditengah konflik bersenjata ataupun bencana alam tanpa memandang bulu.

Institusi ini didirikan di Yerusalem di abad ke 11, kelompok apolitis yang bermarkas di Roma, Italia, tersebut mempunyai 13.500 lebih ksatriaa, pendeta dan dames. Mereka pun juga mempunyao 80.000 sukarelawan yang akan membantu pekerjaan amalnya di sini [dunia].

Meskipun memiliki kemudahan paspor diplomatik demi menjalankan misi kemanusiaan di beberapa negara, paspor ini ternyata tak diterima di sejumlah negara besar Eropa seperti Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Inggris.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed