oleh

Fenomena Puncak Gunung Rinjani Bertopi Tak Berkaitan dengan Gempa

Detik News -Indonesia Kepala Badan Meteorologi & Geofisika [BMKG] Mataram, Agus Rianto, mengatakan bahwa fenomena puncak Gunung Rinjani tertutup oleh awan melingkar seperti ‘bertopi’ tidak ada hubungannya dengan adanya gempa yang akhir-akhir ini mengguncang Nusa Tenggara Barat.

“Itu adalah fenomena alam, namanya awan Lenticular. Ini tak ada kaitannya dengan gempa, itu cuman isu, awan caping ini berbahaya untuk penerbangan,” ungkap Agus.

fenomena di gunung rinjani

Awan Lenticular ialah awan yang biasanya berbentuk seperti piring raksasa, biasanya bisa ditemukan didekat gunung atau bukit, sebab memang awan seperti ini terbentuk oleh hasil pergerakan angin yang menabrak penghalang besar seperti perbukitan atau pegunungan, sehingga menimbulkan pusaran.

Menariknya lagi, awan itu terlihat sangat padat, tapi hekekatnya tak demikian. Awan Lenticular terlihat padat lantaran udara lembab mengaliri awan dan bakal keluar lewat permukaan terbawah. Sehingga bentuk awan ini akan bertahan sampai berjam-jam, atau berhari-hari.

Untuk dunia penerbangan, awan ini begitu mematikan sebab sang awan dapat mengakibatkan turbulensi untuk pesawat yang tetap nekad masuk ke dalam awan atau cuman terbang didekat awan Lentikular.

Salah satu warga Sembalu, Rosyidin, mengatakan bahwa fenomena puncak Gunung Rinjani bertopi ini sebenarnya sudah kerap terjadi. Hanya awan yang melingkar diaras puncak Rinjani ini tak sebesar dan sebundar seperti yang terjadi saat ini.

“Warga disini sudah bisa menyaksikan lingkaran awan diatas puncak Rinjani. Tetapi memang yang sekarang itu tak sebesar dan sebundar yang sekarang,” ujar Rosyidin.

Dia mengatakan meskipun bukan kejadian kali pertama, banyak para warga yang selanjutnya mengaitkan fenomena ini dengan insiden gempa yang terjadi belakangan ini di daerah tersebut, termasuk menghubungkan dengan fenomena Gerhana Bulan yang terjadi pada Rabu, pukul 04.00 WITA, di kawasan tersebut.

Tapi untuk warga sekitar, febomena ini bisa jadi pertanda ada seseorang yang meninggal. Dalam artian orang itu tokoh-tokoh dan pejabat penting.

“Ada yang ngomong ini karena gerhana semalam, ada juga gempa. Tetapi untuk masyarakat disini ini adalah pertanda ada orang meninggal. Tetapi kalau dihubungan dengan gempa kami justru tak percaya, sebab ini adalah kejadian yang lumrah,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed