oleh

Go-Ride Hanya Untuk Bisnis Sampingan?

Detik Bisnis – Pada hakikatnya bisnis Go-Jek adalah ekspansi di negara Vietnam . Dimana Ho Chi Minh notabene kota terbesar di Vietnam adalah awal mula Go-Jek beroperasi dengan menamakan dirinya Go-Viet, yang mana mereka memegang kuasa atas 35 persen ride-sharing. Dimana mereka hampir menyamai kedudukan Grab yang terdahulu ada di Vietnam.

Jasa pesan antar Go-Jek yang banyak dinimati oleh konsumen

Go-Viet mulai memperluas jangkauan pengoperasiannya,terhitung Selasa, cabang dari bisnis Go-Jek yang mulai menjajal ke Go-Food, yang mana setiap orang dapat memesan makanan hanya dengan masuk pada aplikasi Go-Food dan kuris dari Go-Food siap mengantarkan pesanan makanan anda ke rumah. Semudah itu jika kita dapat mengases aplikasi yang berbabis online ini. Nguyen Vu Duc menginginkan bisnis Go-Viet berkembang sebagai ” super-app”. Dimana aplikasi ini banyak menyediakan jasa yang berbasis pada jasa online atau ojek online. Strategi yang mereka tawarkan ini tidak jauh berbeda bahkan sama persis dengan perusahaan yang berada di negara Indonesia yang mana menjadi perushaan induk dari aplikasi tersebut.

 

Munculnya Go-Food yang ada di negara Vietnam ini berjalan satu bulan setelah aplikasi Grab juga menawarkan jenis jasa yang serupa di negara tersebut yang diberinama GrabFood. Country Head Grab, Jerry Lim yang ada di negara Vietnam yangmana ditawarkan Deal Street Asia, berujar bahwa adanya jasa baru yang berbasis aplikasi ini dikarenakan para konsumen di Vietnam lebih suka menjajal hal baru.

Alasan selain konsumen, adanya aplikasi pesan antar khusus makanan ini dilakukan karena adanya faktor pasar. Adanya potensi pasar yang tinggi membuat aplikasi yang berbasis jasa pesan antar ini sangat banyak diminati,sehingga banyak pula konsumen yang menggunakan aplikasi ini untuk pesan antar makanan yang mereka inginkan. pada tahun 2018 saja aplikasi ini sudah mempunyai nilai $33 juta. sedangkan pada tahun 2020 diperkirakan nilainya meningkat menembus $38 juta. Dapat dihitung secara umum bahwa pasar dari aplikasi ini mempunyai peningkatan mencapai 11 persen di setiap tahun.

Apakah jasa ojek online tak cukup memberi keuntungan bagi Go-Jek (Go-Viet) dan Grab?

Alasan jarak antar yang pandek relatif lebi disukai karena tidak lepas bonus point yang didapat. Sekali waktu si pengemudi mengantar penumpangnya, Go-Jek mendapatkan 1 point. Point tersebut dapat bertambah apabila Go-Jek ini mengantarkan penumpangnya di jam tertentu, yaitu hari Senin-Jumat 16.00-20.00, atau pada lokasi yang telah ditentukan. Point tersebut dapat diakumulasikan. misalnya 12 point senilai Rp. 10.000. Jika sanggup mendapatkan 30 point dalam hitungan 1 hari, maka si pengemudi akan memperoleh konten sebesar Rp.20.000

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed