oleh

Investigator Prancis: Pilot Tetap Kendalikan MH370 Hingga Pesawat Pecah

Detik News – Indonesia Para investigator asal Prancis mengatakan bahwa penerbangan Malaysia Airlines MH370 tetap dikendalikan oleh pilot hingga riwayatnya berakhir di kawasan Samudra Hindia. Sebelum ini, pesawa yang membawa sebanyak 239 penumpang tersebut dikendalikan lewat sistem auto pilot atau ‘pesawat hantu’.

“Pilot Malaysia Airlines MH3700 mengendalikan pesawat tersebut hingga akhir. Seseorang ada di belakang control saat pesawat itu pecah di Samudra Hindia. Belokan abnormal tertentu yang ditunjukkan Boeing 777 cuman dapat dilakukan dengan tangan pilot yang memegang kendali,” demikian pernyataan media Prancis Les Parisiens, melansir investigator Prancis selepas mereka menganalisa beberapa data penting atas penerbangan nahas itu.

tim investigasi pesawat

Meski hasil penyelidikan tersebut belum putusan final, tetapi para investigator Prancis menduga tak ada orang lain yang masuk ke dalam kokpit.

Bulan Juni 2019 kemarin, pakar keamanan penerbangan ‘Tim Termini’ ketika berbincang dengan Channel5 dengan topik pembahasan ‘Flight MH370’ mengatakan bahwa ada alasan untukk dapat mempercayai kalau pesawat Malaysia Airlines itu memang sengaja diambil alih.

Ia menjelaskan ada beberapa cara dimana pembajakan bisa terjadi, yaitu dari kru, kemudian penumpang, atau alternatifnya ialah opsi ketiga yang ia sebut dengan ‘penumpang gelap’.

Tapi, ia mencatat kemungkinan ada juga pengambilalihan dari segi elektronik kepada pesawat tersebut dari stasiun yang bermarkas di darat. Versi itu juga selaras dengan laporan akhir-akhir ini yang mengklaim jika pilot Malaysia Airlines MH370 bernama Zaharia Ahmad Shah, sudah melakukan penerbangan yang sama di simulator saat mencoba memerangi kondisi mentalnya.

Pesawat Malaysia Airlines MH370, yang terbang dari bandara Kuala Lumpur ke Beijing, Cina, diketahui menghilang dari pandangan radar pada tanggal 8 Maret 2014 saat pindah dari kawasan udara Malaysia menuju kawasan udara Vietnam.

Berbagai usaha proses pencarian telah dilakukan selama bertahun-tahun dengan hasil nihil. Pihak pemerintah Malaysia juga telah mengakhiri pencarian pesawat tersebut pada bulan Mei 2018. Akan tetapi penyelidikan masih tetap dilakukan oleh beberapa pihak, termasuk pengadilan Prancis. Otoritas berwenang di sana menyelidiki tragedi MH370 lantaran ada 3 warga negara Prancis yang ada di dalam MH370.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed