oleh

Berikut Kecepatan Wi-Fi Yang Ada di Indonesia

Ketika anda berpergian ke suatu tempat, seperti mal, warung, atau rumah teman, dan ketika itu juga anda tidak memiliki data selular, hampir bisa dipastikan anda akan menanyakan “di sini ada Wi-Fi ngggak?”. Hal ini biasannya dilakukan oleh orang-orang yang tidak memiliki data selular, atau lagi menghemat data selular. Selain itu, kecepatan Wi-Fi ini kerap dianggap lebih cepat dibandingkan dengan data selular yang dimiliki.

Seperti diketahui, kecepatan Wi-Fi di Indonesia memang lebih cepat dibandingkan dengan data selular. Hal tersebut telah dibuktikan dengan riset yang dilakukan dari OpenSignal.

Dari riset tersebut menyatakan apabila kecepatan Wi-Fi di Indonesia rata-rata hanya memiliki kecepatan sebesar 8Mbps. Memang kecepatan tersebut dinilai sama sekali tidak istimewa. Namun, apabila dibandingkan dengan kecepatan internet dari data selular, sangat signifikan, yang mana kecepatan data selular hanya berkisar 6,7 Mbps.

Kendati demikian, terdapat hal unik apabila membahas kecepatan dalam upload dan download. Laporan OpenSignal tersebut menyatakan apabila Wi-Fi di Indonesia hanya unggul dalam mendownload. Kemudian dengan upload, data seluler lebih unggul dibandingkan dengan Wi-Fi. Namun, dalam hal ini tidak diperinci berapa kecepatannya.

Kecepatan WiFi di Indonesia ternyata sangat buruk

Apabila dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara yang lain, Indonesia termasuk dalam kategori Wi-Fi yang buruk. Kemudian ada negara Filipina yang memiliki kecepatan sangat buruk dan lebih lambat daripada Indonesia. Dari segi kecepatan Wi-Fi yakni 7,6 Mbps, dan kecepatan data selular hanya 6,3 Mbps.

Sementara itu, Singapura menjadi negara dengan kecepatan internet di Asia Tenggara. Pada kecepatan internet Wi-Fi, Singapura memiliki kecepatan 72,8 Mbps dan data selular 38,8 Mbps. Sedangkan dengan Myanmar, menjadi negara yang memiliki kecepatan data selular 14,3 Mbps lebih cepat dibandingkan dengan Wi-Fi yang hanya 4,7 Mbps.

Namun tidak hanya Myanmar yang mengalami hal tersebut. Terdapat 32 negara yang memiliki nasib serupa, seperti Australia, Qatar, dan Prancis.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed