oleh

Kenapa Coret-soret Seragam Masih Terjadi, Kepada Gak Disumbangkan Saja!

Detik News – Indonesia Pengumuman kelulusan SMA/SMK sudah resmi diberikan pada hari Senin, 12 Mei 2019 lalu, hasilnya pun sama, ada saja para pelajar yang mencoret seragam mereka demi meluapkan kegembiraan.

Di Denpasar, bali, para pelajar SMA/SMK berkumpul di halaman parkir Art Center sejak pukul 8 WITA dengan menggunakan seragam mereka, dan membawa cat semprot serta spidol demi merayakan kelulusannya. Tidak hanya di Bali saja, banyak siswa di Pekanbaru, Riau, nekat turun ke jalanan semi melakukan coret-coret seragam serta konvoi meski dilarang Dinas Pendidikan Provinsi Riau.

aksi coret coret yang dilakukan oleh anak SMA

Hal yang sama juga terjadi di Lampung, meski pihak Dinas Pendidikan setempat telah menghimbau supaya pelajar untuk tidak melakukan coret-coret seragam serta konvoi setelah pengumuman kelulusan keluar, tapi ternyata beberapa siswa masih saja nekat melakukannya. Menurut pernyataan dari salah satu siswa, tindakan itu adalah bentuk ekspresi syukur mereka lantaran berhasil lulus UAN, terlebih lago momen itu cuman terjadi sekali dalam hidupnya.

“Kami dari Katibung Lampung Selatan, emang kesini merayakan kelulusan, apalagi ini kan juga sekali dalam hidup,” ungkap siswa yang tidak mau disebutkan namanya tersebut, daat ditemui dibawah flyover kota Tapis Berseri.

Tradisi tak berfaedah itu harusnya segera dihilangkan atau dirubah kearah yang lebih positif.

Contohnya seperti para siswa dari SMK Negeri 3 Tanjungpandan, yang memilih menyumbangkan seragam putih- abu abu mereka ketika merayakan pengumumam kelulusannya. Menurut keterangan salah seorang siswa Negeri 3 Tanjungpandan bernama Akbar Oktaryan, aksi itu berawal dari ide sejumlah temannya yang ingin merayakan hasil kelulusan dengan cara yang tidak biasa dan tergolong keren dari segi hal positif.

Selain itu juga, aksi terpuji itu dilakukan demi menginspirasi sekolah lainnya agar ke depannya tidak melakukan aksi coret-coret seragam selepas mendapatkan pengumuman kelulusan.

“Sebenarnya sih ini adalah ide dari teman-teman, kita merasa kalau ini bisa memberikan solusi yang positif banget. Oleh sebab itu kita tergerak sebab kita merasa bahwa ini adalah aktivitas yang keren  sekali dan dapat menjadi motivasi untuk ke depannya, sambil mengurangi tradisi coret-coret seragam nggak jelas di sekolah,” ungkap Akbar, dilansir Pos Belitung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed