oleh

Berikut Alasan Oppo Tidak Ikuti Trend Ponsel Banyak Kamera

Memang dalam beberapa waktu terakhir, banyak sekali smartphone yang hadir dengan menyematkan banyak kamera. Hal tersebut sudah menjadi trend sendiri belakangan ini bagi banyak produsen. Kemudian yang terbaru ada LG dengan menanamkan 16 kamera pada ponselnya.  Namun, Oppo sama sekali tidak tertarik untuk membuat hal tersebut. Berikut alasan Oppo .

Aryo Meidianto selaku PR Manager Oppo Indonesia mengatakan apabila selama ini dirinya atau pihak Oppo sama sekali belum tertarik untuk membuat ponsel dengan kamera yang sangat banyak. Menurutnya, hal tersebut bukan tujuan utama Oppo, dan bisa saja membuat harga ponsel semakin tinggi.

“Menambahkan kamera seperti itu akan membuat harga ponsel semakin tinggi. Hal seperti ini tidak menjadi tujuan utama kami,” kata Aryo Meidianto di Jakarta.

Kemudian Aryo Meidianto mengatakan apabila target pasar Oppo adalah segmen umum. Hal ini dikarenakan banyak konsumen yang sangat menggantungkan smartphone dari harga ketika membelinya. Sebab, menurutnya produk Oppo ingin dinikmati semua orang.

“Ditambah dengan kamera, semua produsen bisa membuat hal itu. Yang menjadi masalah ialah, harga yang berkaitan dengan segman atau pasar. Produk dengan banyak kamera hanya akan dinikmati oleh orang-orang tertentu. Sedangkan kita berharap bahwa produk kami bisa dinikmati oleh semua oran,” jelas Aryo Meidianto.

Sementara itu, Aryo mengatakan apabila bisa saja Oppo membuat smartphone dengan kamera dengan jumlah banyak. Namun hal tersbut masih sangat bergantung dengan inovasi yang akan disematkan pada kameranya.

Oppo tidak ingin buat ponsel dengan banyak kamera

“Kalau hanya sekedar wide, itu memang sudah hal lama. Kalau kita akan membuat seperti itu, maka kami perlu namanya inovasi,” imbuh Aryo Meidianto.

Selain itu, Oppo Indonesia sendiri melihat bahwa masyarakat atau konsumen memiliki kebutuhan sendiri. Menurut Aryo, masyakat Indonesia lebih tertarik pada teknologi kecerdasan dan daya tahan baterai ponsel.

“Ponsel seperti itu daya baterainya sampai kapan sih, dan seberapa ceta mengcharge ponsel itu, bisa-bisa kita terus mengcharge ponsel. Jadi, kebutuhan konsumen itu tidak hanya dari kamera saja, terlebih lagi juga dari baterai dan kecepatan charging,” ujar Aryo Meidianto.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed