oleh

Nasib RUU Permusikan, Masih Disimpan Baleg DPR RI?

Beberapa waktu terakhir ini, dunia entertainmen sudah dikejutkan dan dibuat ramai dengan adanya usulan UU atau peraturan yang mengatur tentang dunia musik di Indonesia. Adanya RUU Permusikan ini mendapatkan berbagai macam tanggapan, baik dari kalangan penyany sendiri maupun warganet.

Supratman Andi Atgas selaku Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI mengatakan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan saat ini masih menjadi PR bagi Baleg. Walaupun pengajuan RUU Permusikan sudah dicabut oleh Anang Hermansyah sebagai Anggota Komisi X dan pengusul RUU ini beberapa waktu lalu.

“RUU Permusikan sampai saat ini masih terdapat di daftar Baleg. Hal itu tidak menjadi masalah meskipun si pengusul Anang Hermansyah telah mencabut. Walaupun begitu (sudah dicabut) bukan berarti hal itu akan kita keluarkan secara langsung dari Prolegnas,” jelas Supratman di Jakarta pada Jumat (8/3/2019).

Pada sebelumnya, usulan Anang Hermansyah tentang RUU Permusikan ini menemukan berbagai aksi penolakan dari berbagai pihak. Penolakan terjadi karena RUU tersebut memuat sejumlah pasal yang dianggap akan memberikan pembatasan-pembatasan bagi para pekerja music dalam berkarya.

Supratman Andi Atgas juga menjelaskan bahwa tidak serta merta RUU tersebut bisa dicabut secara instan. Proses pencabutan RUU itu harus melalui sebuah evaluasi rapat kerja. Bukan tanpa alasan, karena sebenarnya Prolegnas tersebut melibatkan setidaknya tiga lembaga negara, yakni Pemerintah yang diikuti oleh Menkum HAM, DPR dan juga DPD.

“Jadi kemudian, pengajuan untuk melakukan evaluasi di rapat kerja Prolegnas akan menjadikan surat pencabutan dari Anang Hermansyah tersebut. Jika sudah resmi semuany baru kita bisa keluarkan itu dari Prolegnas,” kata ketua Baleg DPR.

Menurut Supratman Andi Atgas, masalah pencabutan Rancangan Undang-Undang yang diusulkan oleh Anang Hermansyah tersebut tidak masalah sama sekali. Namun, apabila hasil dari Prolegnas nanti sudah keluar, proses pengesahan masih tetap berada di rapat paripurna nanti.

“Dalam prinsipnya tak masalah sama sekali, justru dengan pencabutan dari yang bersangkutan kita malah jadi gembira. Artinya, dalam membahas RUU kita juga semakin sedikit, semakin sedikit kan malah lebih bagus,” pungkas Supratman.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed