oleh

Seri Terakhir F2 Abu Dhabi, Sean Finish di Posisi 15

Detik Olahraga – F2 2018 sudah berakhir pada akhir pekan lalu. Pembalap asal Indonesia, Sean Gelael, yang membela tim Prema Racing hanya mampu finish di peringkat ke 15.

Sean tidak mampu memperoleh poin samasekali di seri pamungkas di Sirkuit Abu Dhabi, akhir pekan lalu. Selepas hanya bisa finish di posisi ke 17 di seri feature, Sean justru tidak mampu melanjutkan balapan di ajang sprint race lantaran mobilnya mengalami insiden senggolan dengan pembalap Niko Kari. Hasilnya, Sean pun mesti rela mengakhiri musim perdananya dengan tim Prema Racing di posisi ke 15 dengan poin 29, sementara itu rekan satu tim Sean, yakni Nyck de Vries mengakhiri musim di peringkat ke-4 dengan mengumpulkan 202 angka.

Sean Gelael hanya mampu finish di posisi ke-15 di F2 seri Abu Dhabi.

Peringkat Sean pada musim 2018 ini sama saja dengan catatannya pada musim 2017, akan tetapi peroleh poin lebih bagus selepas hanya mendapatkan 17 angka pada tahun lalu. Bahkan di musim 2018, Sean berhasil satu kali naik ke atas podium ketika finish di posisi ke-2 di seri feature di GP Monako.

Penampilan Sean justru melorot setelah seri Monaku pada Mei 2018 lalu dimana ia tak pernah mampu finish di posisi 10 besar serta gagal finish sebanyak 5 kali. Terlebih lagi pada 4 seri awal, Sean hanya 3 kali retire serta 4 kali mengumpulkan poin lewat finish di posisi ke-7 di seri feature race Bahrain, posisi ke-10 di feature seri Baku, posisi ke-6 di sprint race Spanyol, serta kedua di feature race Monako.

Hasil yang bisa dibilang mengecewakan menyusul Sean dulu berambisi memetik poin di seri pamungkasnya tahun ini. Akan tetapi kekecewaan tersebut akan dia buang jauh-jauh sebab ia sekarang saat ini fokus penuh demi persiapan musim 2019.

“Balapan yang sangat sulit. Kami telah berusaha maksimal demi mendapat hasil yang terbaik. Musim ini telah berlalu dan kini saya hanya fokus untuk persiapan di musim depan,” ungkap Sean.

Sudah jelas Sean mesti berupaya tampil lebih bagus menyusul tahun 2019 merupakan tahun kelimanya di ajang F2. Dengan usia 22 tahun, tentunya Sean tidak ingin menunggu lebih lama demi naik ke kelas F1.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed