oleh

Silviana Terancam Tak Dapat Ikuti Kejurnas Biliar Karena Mutasi

Detik Olahraga – Pebiliar Putri Indonesia, Silviana, terancam tak dapat mengikuti Kejurnas biliar yang digelar di kota Bandung. Proses mutasinya dari Kalimantan Barat menuju Papua disebut-sebut menjadi masalahnya.

Manager Siliviana, yakni Leo Kamarudin, mengatakan bahwa masalah ini berasal dari permohonan mutasi Silviana pada tingkat Pengurus Provinsi OBSI Kalbar. Tetapi permohonan itu ditolak lantaran tak ada domisili pindah serta keterangan kerja.

Silviana, atlet billiard termuda asal Kalimantan Barat yang meraih medali emas di dua nomor pertandingan pada PON XIX Jabar.

“Akhirnya sudah kami lengkapi, tetapi masih belum dikeluarkan oleh Pengprov POBSI Kalimantan Barat, apalagi dari Pengurus Cabang Kab. Sekadau telah disetujui,” ungkap Leo, ketika ditemui di Bandung, Sabtu 24 November 2018.

Ia mengatakan merujuk dalam aturan jika selama 30 hari tak ada tanggapan dari pihak Pengprov POBSI Kalimantan Barat proses mutasi itu dianggap disetujui. “Itu telah memenuhi standar prosedur, tetapi belum ada keputusan,” imbuh Leo.

Menurutnya, prestasi Silviana yang impresif disebut-sebut jadi alasan sulitnya mengurus mutasi. Sehingga cukup banyak orang yang mencoba untuk menjegal proses mutasi yang sudah diajukan.

“Atlet ini tak ada pembinaan dan tak ada kontrak, hal ini berarti bahwa kita dapat saja pindah.”

Selain itu juga, kurangnya perhatian oleh PB POBSI Kalimantan Barat jadi alasan Silviana guna membela daerah lainnya. Misalnya saja janji pengangkatan PNS serta bakal membiayai studi sang atlet disalah satu perguruan tinggi tak pernah terwujudkan.

“Harapan saya adalah bahwa masalah ini dapat segera berakhir. Sebab Silviana mesti mengejar mimpinya, agar semakin berprestasi guna memba nama negara.”

Di sisi lain, Plt Kepala Harian Pengurus Besar PB POBS, Roby Suarly mengatakan bahwa masalah yang sedang melanda Silviana hanyalah urusan internal PB POBSI saja. Sehingga mesti diselesaikan oleh lingkup PB POBSI.

“Ya memang mesti segera dibereskan, ketika perpindahan dari sati kawasan menuju kawasan yang lain, sebetulnya cuman masalah lokasi saja. Tentu saja dalam hal ini kami mencoba untuk menyelesaikan secara internal,” ungkap Roby Suarly ketika ditemui awak media.

Ia menambahkan bahwa ada sejumlah alasan mengapa ada 2 propinsi yang telah mengajukan nama yang serupa. Ia yakin masalah itu dapat segera berakhir. “Artinya kondisi semacam ini mesti diselesaikan problem internalnya dulu.”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed