oleh

Sesmenpora Kaitkan Tunggakkan Gaji Pegawai KONI dengan Korupsi Dana Hibah

Baru-baru ini beredar kabar mengenai gaji pegawai KONI yang belum dibayar hingga lima bulan. Pada masalah serius ini, Gatot S. Dewa Broto selaku Sekretaris Kemenpora menyebut bahwa masalah tersebut adalah imbas dari adanya kasus suap dana hibah di tubuh KONI. Kasus dana hibah dalam tubuh KONI tersebut saat inisudah ditangani oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

Sejumlah 40 pegawai KONI pada hari Senin (13/5) secara bersama-sama mendatangi kantor Kemenpora di Sebayan, Jakarta Pusat. Kedatangan para karyawam KONI tersebut lantaran ingin menyampaikan sekaligus mengadu bahwa gaji mereka selama lima bulan belum disalurkan.

Mengenai masalah ini, Wakil Ketua KONI Pusat Bidang Organisasi dan Prestasi,Suwarno, mengatakan bahwa hal itu memang terjadi. Suwarno mengatakan bahwa gaji karyawan tersebut biasanya datang dari Kemenpora. Dan gaji karyawan tersebut tidak dibayar karena memang dari Kemenpora tidak ada aliran dana untuk itu.

Namun menanggapi hal itu, Gatot mengatakan bahwa dana itu tidak bersifat wajib bagi Kemenpora. Dalamhal ini, Gatot menuding bahwa ini adalah akal-akalan pejabat di KONI dan Kemenpora. Hal itu terkait dengan OTT dari KPK.

Dalam tuntutan KPK ini, terdapat dua pengurus KONI yang harus menjalani siding kasus ini. Mereka berdua adalah Ending Fuad Hamidy dan Jhonny E. Awuy.

Dalam tuntutannya, Hamidy dituntut pidana penjara empat tahun sementara Jhonny menerima tuntutan dua tahun penjara dan membayar denda Rp 100 juta dengan subside 3 bulan kurungan.

Kasus suap dana hibah tersebut diberikan sebagai uang pelican dalam pencairan dana kepada pegawai Kemenpora. Dan untuk masalah gaji tersebut, Kemenpora tetap mengusahakan untuk membantu meskipun bukan menjadi kewajiban Kemenpora.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed