oleh

Whatsapp Kembali Kehilangan Satu Petingginya

Hingga kini WhatsApp terus ditinggal oleh para eksekutifnya. Kini, beberapa waktu lalu WhatsApp kembali ditinggal oleh salah satu petingginya yang bernama Neeraj Arora, yang mana dirinya menjabat sebagai Chief Business Officer di WhatsApp.

Seperti diketahui, Neeraj Arora bergabung dengan WhatsApp sejak tahun 2011. Bahkan dirinya masih di perusahaan tersebut ketika diakuisisi oleh Facebook pada tahun 2014dengan sebesar USD 19 Miliar. Kemudian Neeraj Arora meninggalkan WhatsApp setelah sang pendiri yang bernama Jan Koum mundur tujuh bulan lalu.

“Saya sangat optimis apabila WhatsApp bakal menjadi produk komunikasi yang mudah, gampang, aman dan dipercaya oleh semua orang dari tahun ke tahun,” tulis pernyataan Neeraj Arora pada postingan di Facebook pribadinya.

Kemudian pada postingan tersebut, Neeraj Arora juga tidak lupa untuk memberikan ucapan terima kasih kepada para pendiri perusahaan WhatsApp, yakni Jan Koum dan Brian Acton. Kedua pendiri WhatsApp ini malah lebih dahulu mundur dari perusahaan.

WhatsApp kehilangan Neeraj Arora

Mundurnya Neeraj Arora kali bukan tanpa alasan. Salah satu alasannya ialah karena WhatsApp saat ini tengah menjalani masa sulit, bahkan mendapatkan banyak masalah yang hampir ada di seluruh dunia. Bahkan WhatsApp menjadi sarana yang mudah dan sangat populer untuk menyebarkan berita hoax, kebencian, dan lain-lainya. Tidak hanya itu, seringkali WhatsApp juga digunakan untuk penipuan, kejahatan dan kriminal lainnya.

Tidak hanya itu, WhatsApp juga membuat sebuah kampanye khusus yang berada di India dan Brasil. Kampanye itu dilakukan agar bisa membuat pengguna tidak ikut dalam menyebarkan kabar atau berita bualan semata.

Sementara itu, Neeraj Arora merupakan salah satu dari banyak eksekutif yang mundur dari perusahaan Facebook. Sebelumnya terdapat nama besar yanbg lebih dahulu meninggalkan Facebook. Diantaranya ada nama Kevin Systrom, Mike Krieger, kemudian ada pendiri Instagram, Brendan Iribe, pendiri Oculus, Alex Stamos dan chief security officer Facebook.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed